VISITORS

hit counter

Senin, 06 Oktober 2008

Chord lagu : d'massiv - merindukanmu (contoh lagu)


[intro] C Cmaj7 F

C Cmaj7 F
saat aku tertawa di atas semua
C Cmaj7 F
saat aku menangisi kesedihanku

Am G F
aku ingin engkau selalu ada
Am G F G
aku ingin engkau aku kenang

F Em
selama aku masih bisa bernafas
Dm G
masih sanggup berjalan
C
kan slalu memujamu
F
meski ku tak tau lagi
Em A
engkau ada di mana
Dm G
dengarkan aku ku merindukanmu

C

C Cmaj7 F
saat aku mencoba merubah sgalanya
C Cmaj7 F
saat aku meratapi kekalahanku

[interlude] Am G F G

Am Dm
F G C
dengarkan aku ku merindukanmu

Minggu, 05 Oktober 2008

MUSIK Bikin Gigi Tumbuh Kuat ! ? !



EFEK musik sejak dahulu memang diyakini membawa pengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan. Tak heran bila musik sering digunakan untuk terapi entah itu untuk relaksasi maupun membantu pertumbuhan bayi agar makin cerdas.

Banyak riset mengungkapkan bahwa musik memang mampu mempengaruhi manusia dalam banyak hal. Sebuah penelitian yang dilakukan ahli dari Universitas Indonesia (UI) misalnya, mengindikasikan bahwa iringan musik dapat memberi pengaruh positif bagi pertumbuhan gigi dan tulang rahang.

Riset yang dipresentasikan Dr. Ria Puspita, drg, pada sidang Ujian Terbuka Program Doktor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Kamis (31/7) di Jakarta, memberi indikasi bahwa musik dapat mempengaruhi proses pertumbuhan jaringan keras, walaupun penelitiannya masih terbatas pada binatang (tikus) di laboratorium.

Dalam disertasi untuk memperoleh gelar doktornya, Ria memaparkan betapa stimulasi musik yang harmonis mampu memacu pembentukan gigi dan mandibula (tulang rahang) anak tikus wistar menjadi lebih baik dan berkualitas. Dari penelitiannya terungkap, paparan musik klasik selama masa kehamilan (pranatal) dan bayi mampu meningkatkan pertumbuhan serta kualitas gigi dan tulang rahang anak-anak tikus. Efek positif musik terhadap kualitas gigi dan tulang rahang terlihat bukan saja pada tikus yang gizinya tercukupi, tetapi juga pada anak tikus yang asupan nutrisinya kurang.

"Pada kelompok tikus dengan paparan musik dan asupan nutrisi normal, kualitas serta pertumbuhan gigi dan mandibulanya lebih baik dari kelompok tikus dengan nutrisi normal tanpa musik. Sementara pada kelompok tikus dengan asupan gizi rendah, anak tikus dengan paparan musik memiliki pertumbuhan dan kualitas gigi lebih baik dibandingkan yang tanpa paparan musik," ungkapnya dalam pembahasan disertasi.

Menurut Dr Ria Puspita, musik secara prinsip memang dapat mempengaruhi proses dan tahapan pembentukan organ pada manusia. Musik, lanjutnya, membuat setiap proses dari tahapan pembentukan menjadi lebih teratur.

"Dalam bidang psikologi, terapi musik seringkali dikaitkan dengan tujuan untuk membentuk perilaku dan kejiwaan yang baik. Apa yang baru di sini bahwa musik juga dapat mempengaruhi manusia secara fisik. Musik memang dapat mempengaruhi manusia melalui dua alur. Yakni alur hubungan tubuh-pikiran (berkaitan dengan pengeluaran hormon) maupun alur secara fisik atau material ," ungkapnya.

Dalam risetnya, Dr Ria menggunakan jenis musik klasik, barok dan romantik sebagai alat stimulasi. Musik diperdengarkan di antaranya adalah lagu-lagu karya Mozart, Antonio Vivaldi, Sebastian Bach, Johan Strauss, Brahms, dan Debussy. Musik ini diperdengarkan secara teratur selama sekitar 1,5- 2 jam sesuai karakternya yakni jenis yang membangkitkan semangat ketika para tikus baru bangun, sedangkan lagu-lagu dari Brahms dan Debussy diputar sebagai pengiring menjelang tidur.

Kelompok tikus pendengar musik mendapatkan lagu-lagu tersebut sejak masa kehamilan (gestasi) hari pertama hingga usia 1, 2 dan lima minggu. Selama penelitian, tikus juga diberi asupan makanan standar berbentuk pelet dengan kandungan protein berbeda namun jumlah kalorinya yang sama.

Pengaruh musik terhadap kualitas dan pertumbuhan gigi dan tulang rahang diukur dan diteliti melalui metode analisis makro, seluler dan teknologi nano. Selain itu juga ditunjang dengan pengukuran kandungan kalsium dan fosfor pada permukaan email gigi dan tulang rahang anak tikus dan analisis kristal hidroksiapatit yang mengetahui peningkatan kekuatan jaringan keras.

"Dari hasil penelitian, pertumbuhan gigi dan rahang kelompok tikus yang mendengar musik lebih cepat dan lebih aktif. Dengan musik ini, pertumbuhan gigi dan rahangnya menjadi optimal. Dari segi kualitasnya, gigi dan rahang tikus yang mendengar musik juga lebih baik," ungkap Dr Ria.

Dari kesimpulan riset Dr Ria menyarankan, karena paparan musik tidak menimbulkan efek samping dan tidak bersifat invasif, sosialisasi dan pemanfaatan musik sebagai terapi maupun sebagai media penunjang tercapainya kesehatan dan pertumbuhan fisik atau jaringan keras yang optimal perlu dimulai sesegera mungkin.

"Secara prinsip tidak ada ruginya bila diterapkan pada manusia. Terbiasalah mendengarkan musik, dan lebih baik adalah sejak awal dalam kandungan karena yang ditekankan dalam riset ini adalah pertumbuhan," ungkapnya.

Dr Ria menambahkan, penelitian ini juga lebih jauh dapat dikembangkan untuk mengetahui potensinya terhadap pengobatan dan pencegahan penyakit seperti keropos tulang, karena secara prinsip ada kaitannya dengan jaringan keras dan faktor ketidakseimbangan hormonal karena pengaruh usia.

"Dengan stimulus musik akan ada upaya penyeimbangan hubungan tubuh-pikiran, yang mungkin dapat memperlambat ketidakseimbangan hormonal ini atau membuat tidak parah. Yang pasti, musik tidak bersifat invasif tetapi kelemahannya tidak dapat mengatasi masalah seperti obat. Hanya sebagai penunjang dan berperan dalam upaya preventif," tandasnya.

Sabtu, 27 September 2008

Tehnik Senam Jari



Sebelum melakukan tehnik senam jari, hendaknya Anda melakukan pemanasan/stretching pada tanggan anda khususnya.Kemudian pelajari juga cara memetik gitar yang benar, caranya: taruh tangan Anda pada bagian tremolo (ujung pangkal senar pada body gitar) usahakan bisa memetik mulai dari senar ke 1 sampai senar ke 6 tanpa menggeser posisi tangan Anda tadi.Lalu, coba Anda melatih memetik gitar dengan menggunakan pick secara down up (turun naik) pada senar 1 sampai senar 6 dengan tempo yang stabil.Berikut salah satu tehnik senam jari:



Bagian pertama:



E|————————————————————–1–2–3–4–
B|————————————————–1–2–3–4————–
G|————————————–1–2–3–4————————–
D|————————–1–2–3–4————————————–
A|————–1–2–3–4————————————————–
E|–1–2–3–4————————————————————–




Keterangan :



Senar dipetik turun dulu, baru naik, begitu seterusnya (nomor yang ganjil turun, yang genap naek)
Bagian kedua:



E|–4–3–2–1————————————————————–
B|————–4–3–2–1————————————————–
G|————————–4–3–2–1————————————–
D|————————————–4–3–2–1————————–
A|————————————————–4–3–2–1————–
E|————————————————————–4–3–2–1–



Keterangan :



Senar dipetik naek dulu, baru turun, begitu seterusnya (nomor yang ganjil naek, yang genap turun)
Lakukan kedua bagian di atas secara berurutan, maksudnya bagian kedua adalah sambungan bagian pertama, jadi sebenarnya bagian pertama dan kedua tidak terpisah, setelah pertama lalu langsung kedua.Lakukan dengan tempo perlahan kemudian tambah kecepatan temponya secara bertahap. Hendaknya senam jari dilakukan minimal selama 30 menit sehari selama seminggu

Mari kita mengenal bagian-bagian gitar




Cukup dengan gambar di bawah ini, semoga sudah cukup menjelaskan bagian-bagian dari gitar.


Mari kita simak gambar berikut:




Bagian Gitar Akustik



Bagian Gitar elektrik

Tips Memilih dan Membeli Gitar Elektrik


Anda mau membeli gitar elektrik? Tetapi bingung cara memilihnya?Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih gitar elektrik:
Pertama…

Jelas datang dahulu ke toko alat musik, melihat-lihat, dan ketika suatu saat anda tertarik pada sebuah gitar yang dipajang disitu, mintalah dengan baik-baik kepada penjaga. Katakan bahwa anda hendak mencobanya (karena kalau mintanya dengan kasar ntar dikira mau ngerampok, kalo ambil sendiri nanti dibilang maling…).
Jangan lupa minta di-tune atau di-stem dahulu. Karena biasanya gitar yang dipajang dalam kondisi kendor. Atau anda bisa menstemnya sendiri (tapi saya sarankan, mendingan minta distem penjaganya aja, biar kalau senarnya putus tidak disuruh ganti…).
Nah.. Kalau anda sudah memegang gitar tersebut, saatnya anda mencoba dan memeriksanya. Berikut adalah beberapa yang perlu diperiksa:
1. FretboardFret
FretboardFret adalah garis-garis bar yang ada di neck gitar (udah tahu…!!). Letak fret sangat berpengaruh pada ketepatan pitch (tinggi rendah nada). Geser sedikit saja akan sangat berpengaruh terhadap ketepatan nadanya. Kalau banyak orang bilang “falls”. Apalagi untuk gitar-gitar yang tergolong murah. Karena dibuat secara massal, maka anda patut curiga bahwa ada satu-dua produk yang gagal. Jangan sampai anda ketimpa sial, mendapatkan yang gagal tersebut.
Selain falls, kadang juga ketinggian fretnya tidak menurun secara gradual maka akan mengacaukan nada-nadanya, atau mengakibatkan suara pecah. Bahkan untuk gitar-gitar yang tergolong mahal, jangan pernah percaya sebelum mencoba. Siapa tahu ada kesalahan produksi, udah beli mahal-mahal, rusak, gak boleh dibalikin. Repot…
Gitu aja koq repot… gak usah repot. Cobalah dengan metode yang sangat sederhana. Mainkan barre chord (akor tegak) dari F. Dengarkan, ada yang falls atau tidak. Kalau tidak, maju ke F#, dengerin lagi, maju ke G, begitu seterusnya, sampai fret paling ujung. Hati-hati justru fret-fret di ujunglah yang sering falls, karena jarak antar fretnya saling berdekatan. Jadi meleset sedikit saja akan fatal akibatnya. Kalau ada yang falls maka itu bukan pilihan yang bagus.
Atau bagi yang kepingin lebih gaya, mainkan tangga nada mayor diatonis, (jangan pentatonis karena nadanya terbatas). Jelajahai tiap fret, ingat, tangga nada dahulu, jangan improvisasi dahulu, karena ini mencoba gitar bukan pamer kemampuan. Baru sesudah yakin tidak ada yang falls, silahkan mau pamer kemampuan terserah anda.
Untuk seting action senar (ketinggian senar dari fingerboard) bisa disesuaikan sendiri di rumah. Jika konstruksi fret yang anda pilih sempurna, maka anda dapat menseting senar sedekat mungkin dengan permukaan fret tanpa resiko buzzing.

2. Kayu / bahan
Tidak gampang untuk mengetahui bagus dan tidaknya sebuah kayu. Apalagi rata-rata gitar pabrikan sudah dicat tebal dan tidak lagi terlihat pori-porinya. Karena kayu dengan jenis samapun, bisa memiliki kualitas yang berbeda. Dua buah mahogani dari pohon yang sama, bisa menghasilkan lembaran papan yang berbeda kualitasnya. Hanya empu-empu gitar berpengalaman yang dapat mengetahui kualitas sebuah kayu hanya dengan mendengar suaranya ketika diketok dengan jari.Namun setidaknya ada sedikit panduan tentang bahan kayu ini (Panduan ini hanya untuk memberi informasi karakter tiap kayu bukan masalah kualitasnya). Biasanya dalam katalog tertulis bahan kayu yang digunakan untuk gitar tersebut (jika tidak menipu). Body dari kayu tertentu, neck dengan kayu tertentu, dan fingerboard dengan kayu tertentu. Berikut adalah karakter-karakter untuk kayu tersebut.Pertama, kayu untuk body: Paling banyak, body menggunakan mahogany. Mahogany memiliki karakter sound yang bright dan attack yang kuat dan tajam. Namun bobot yang sedikit lebih berat. Bahan lain adalah Alder dengan sound warm dan bobot yang ringan. Tidak kalah populer adalah maple. Namun biasanya bodi dengan maple hanya sebagai lapisan, bukan utuh seluruh bodi. Karakter sound yang dihasilkan tebal. Ada pula Bassword dengan karakter yang warm. Dan lain-lain.Ke dua, kayu untuk neck: bahan neck tak kalah pentingnya dengan bahan untuk body. Pada umumnya menggunakan maple, namun tidak menutup kemungkinan bahan lain. Tetapi selama ini yang dianggap paling baik untuk neck adalah maple. Karena kekuatan serta kelenturannya.Ke tiga, kayu untuk fingerboard. Fingerboard ada yang satu bahan kayu utuh dengan neck, ada pula yang menggunakan kayu yang berbeda. Jika dengan bahan yang berbeda, kayu yang umum dipercaya untuk fingerboard adalah roosewood atau eboni. Fingerboard rosewood cenderung ke karakter smooth dan warm, sementara eboni lebih menghasilkan karakter bright.
3. Kondisi Fisik
Kondisi fisik mudah dilihat dengan kasat mata. Apakah kondisi masih bagus atau sudah buruk. Namun lebih jauh dalam melihat bentuk dan kondisi bodi adalah melihat karakter yang anda inginkan dari gitar tersebut. Bentuk dan kondisi bodi, neck dan headstock. Konon berbentuk meruncing cenderung menghasilkan suara bright, sementara yang tumpul adalah kebalikannya.Tak kalah penting adalah melihat kondisi neck. Letakkan mata anda pada posisi dekat dengan bridge atau ujung bodi, tataplah ke arah neck, jika neck bengkok atau melintir, pasti akan kelihatan. Memang kondisi neck yang sedikit melengkung atau melintir bisa diperbaiki dengan mengencangkan/mengendorkan Trusroad (besi yang ditanam di dalam neck), namun alangkah tidak baiknya jika dalam kondisi baru, neck telah melengkung atau melintir.Berikutnya adalah posisi headstock. posisi headstock konon tidak hanya sebagai variasi penampilan, namun mempengaruhi produksi suara. Yang paling umum adalah headstock miring ke belakang. Dengan posisi miring ke belakang, membuat senar lebih erat tertekan pada nut, maka getaran senar akan tersalur sempurna ke neck kemudian ke body dan pick-up. Ada pula hedstock yang sejajar dengan neck, maka untuk membantu menekan senar pada nut pastikan terpasang binding post.
4. Pick-up dan WiringPick-up
bertugas mengubah getaran suara menjadi signal elektrik. Pick-up turut menentukan karakter suara setelah kayu. Pada dasarnya terdapat dua buah jenis pickup, yaitu single coil dan hambucker (double). Single coil memproduksi suara yang cenderung tipis, tepat untuk suara clean yang jernih hingga crunch. Sementara hambucker lebih tepat untuk menghasilkan suara yang tebal, dan identik dengan suara distorsi yang berat.Ada tiga konfigurasi pick-up yang sering dipasang pada gitar. Pertama, satu atau dua buah Hambucker tanpa singgel coil. Sehingga tepat untuk bermain distorsi penuh. Berikutnya, satu, dua, atau tiga buah single coil tanpa hambucker. Jika anda menginginkan sound jernih, tidak menginginkan suara distorsi yang berat maka inilah pilihannya.Ke tiga, campuran antara hambucker dan single coil. Bisa satu hambucker dua single coil, atau dua hambucker satu single coil. Sehingga konfigurasi ini lebih memberi banyak pilihan karakter suara.Berikutnya untuk Knob volume dan knob tone. Konfigurasi yang telah umum adalah: pertama, satu volum satu tone. Ke dua, satu volume dua tone, ke tiga dua volume doa tone. Untuk volume tone, pastikan knob tersebut berfungsi dengan baik dalam mengontrol volume yang di keluarkan dari pickup. Untuk knob tone, pastikan terdapat perbedaan yang menyolok antara tone dibuka penuh dengan ditutup penuh.Terakhir pickup switch. Alat ini berfungsi untuk mengatur penggunaan pickup. Secara umum, terdapat dua jenis pickup swith. Yaitu tiga arah dan lima arah. Pastikan alat tersebut bekerja dengan benar. Masing-masing arah mengontrol konfigurasi pick yang sedang digunakan.Sebagai contoh untuk gitar dengan dua buah hambucker dengan pickup switch 3 arah. Arah pertama (posisi miring ke atas/samping kiri) berarti mengaktifkan neck pick-up. Bisa dicek dengan mengetuk pickup tersebut. Jika terdapat signal masuk berarti arah switch dan pick-up tersebut berfungsi sempurna. Arah kedua (posisi tengah). Biasanya mengaktifkan kedua pick-up. Bisa dicek seperti langkah pertama. Arah ke tiga (posisi miring ke bawah/samping kanan). Berati mengaktifkan bridge pickup, cek pickup tersebut seperti pada langkah pertama.
5. Penampilan
Nah yang ini selera anda, anda lebih suka bentuk serta warna seperti apa? Namun bentuk fisik turut menentukan karakter suara yang dihasilkan. Jadi lebih baik sesuaikan dengan gaya musik yang hendak anda mainkan. Untuk finisihng pengecatan terdapat dua jenis, solid colour, serta transparan. Jika serat kayu bagus, akan lebih indah jika dengan finishing transparan. Namun jika serat kayu kurang bagus pabrikan lebih sring mengecatnya dengan solid colour. Tetapi kembali lagi, ini masalah selera anda. Jadi terserah anda Selamat memilih gitar.

Musik, Bahasa Universal yang Terbatas

Ungkapan “musik adalah bahasa universal” telah lama menjadi jargon usang yang hanya cenderung menjadi pemanis dalam artikel-artikel musik. Sementara pihak yang kontra dengan ungkapan tersebut menyatakan mosi tidak percaya.
Ungkapan tersebut sering disalah artikan bahwa keuniversalannya adalah karena semua orang bisa menikmatinya, tanpa penjelasan lebih lanjut. Sementara bagi yang kontra menyatakan jika musik merupakan bahasa universal, maka tentu PBB telah menggunakan musik sebagai sarana komunikasinya.
Musik bukanlah bahasa konvensional seperti bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Cina, dan lain-lain. Namun sebagai sebuah sistem yang mampu mewakili suasana, perasaan, bahkan gagasan, musik mampu melampaui bahasa konvensional dalam menyampaikan apa yang dikandungnya secara universal. Meski demikian, musik tidak mampu menyampaikan pesan secara lebih spesifik.
Sebagai ”bahasa universal”, musik dengan mudah menyampaikan perasaan-perasaan yang bersifat global seperti: sedih, gembira, semangat, haru, dan lain lain, kepada seluruh manusia. Namun cukup sulit untuk menyampaikan pesan sederhana dan spesifik semacam ”Ibu mau pergi ke pasar” atau ”Kambingku gemuk-gemuk”. Sebaliknya pesan spesifik semacam itu dengan mudah disampaikan oleh bahasa konvensional namun dalam masyarakat linguistik terbatas.
Dalam bahasa musik, baik masyarakat barat maupun timur akan setuju bahwa lagu gugur bunga bukanlah lagu gembira, sementara lagu Seek and Destroynya Metalica bukanlah lagu sendu. Karena musik telah menyampaikan kepada siapapun kandungan rasanya secara universal.
Teknisnya adalah seluruh manusia akan setuju bahwa akor mayor dapat dikatakan bersifat lebih ”cerah” dibandingkan akor minor. Begitu pula tidak terbantahkan di seluruh penjuru dunia jika interval ters merupakan interval konsonant sementara interval seconde merupakan interval dissonant. Di situlah letak dasar keuniversalan bahasa musik.
Musik dan Lirik.Sebagai bahasa, musikpun memiliki dua elemen simbol. Baik simbol lisan berupa nada dan ritme, serta simbol tulisan (teks) berupa notasi, tablatur, grafik dan lain-lain. Namun kedudukan antara simbol lisan dan teks dalam musik tidak cukup setara seperti dalam bahasa konvensional pada umumnya.
Di dalam bahasa konvensional, baik lisan maupun tulis relativ mampu menyampaikan secara cukup gamblang pesan apa yang diembannya. Sementara dalam musik, bahasa teks yang ada tidak cukup universal seperti bahasa lisannya.
Sebuah simbol akor C Mayor, atau A minor, tidak cukup universal dalam menggambarkan bagaimana suasana yang dibawanya. Sementara jika teks tersebut dilisankan, maka kandungan rasanya akan langsung terasa secara universal.
Ketika kebiasaan dalam musik populer berupa menambahkan syair (bahasa konvensional, atau sering disebut dengan lirik) ke dalam melodi lagu, tibalah saatnya lirik membatu melodi, harmoni, dan ritme untuk menyampaikan pesan yang lebih spesifik. Namun disaat yang sama sekaligus membatasi keuniversalannya.
Lagu Nasional Indonesia Raya dengan gamblang menyampaikan sebuah perasaan bersemangat pada seluruh manusia di dunia, terlepas dari silang sengkarut tentang dua atau tiga koplet lirik yang otentik. Namun pesan spesifik tentang kemerdekaan dan cinta tanah air bangsa Indonesia tidak akan sampai pada siapapun tanpa lirik yang menyertainya.
Keterbatasan BahasaAdalah suatu keniscayaan jika setiap bahasa memiliki keterbatasan. Karena bahasa hanya sekedar bayang-bayang dari setiap gagasan yang ada dalam pikiran manusia. Seluruh bahasa yang ada tidak mampu mengambarkan sesuatu seperti dia berada dalam dirinya sendiri.
Sebuah konsep sederhana semacam suasana duka, an-sich, tidak cukup digambarkan dengan kata duka itu sendiri. Terlebih lagi bagi orang yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Susunan abjad D-U-K-A, Sama sekali tidak memiliki makna apapun yang berkait dengan suasana duka itu sendiri. Sementara konsep global semacam ”duka” akan lebih universal ketika diungkapkan dalam bentuk musik.
Dalam bahasa konvensional manapunpun, untuk konsep yang lebih rumit, penjabaran makna ”Tuhan” misalnya. Tidak akan pernah mampu menggambarkan ”Tuhan” seperti Dia berada dalam dirinya sendiri. Apalagi dengan bahasa seglobal musik. Tentu tidak mudah.
Bahasa universal dapat ditangkap dengan mudah oleh siapapun. Namun selalu memiliki kekurangan berupa keterbatasan materi untuk menyatakan sesuatu yang spesifik. Ekspresi wajah misalnya, ekspresi marah atau sedih dari wajah seseorang secara universal dapat dibaca oleh seluruh manusia di dunia. Namun ekspresi tidak cukup mampu untuk mendefinisikan kata ”kebudayaan” misalnya.
Begitu pula dengan bahasa musik yang bersifat universal namun terbatas pada perasaan-perasaan global. Wajar jika musik tidak mampu menyampaikan gagasan, atau gambaran yang lebih spesifik. Tentu jika ada musisi yang mampu menyampaikan gagasan spesifik dengan bahasa musik (tanpa lirik) harus diakui bahwa dia adalah musisi yang sangat tangguh.
Namun musik akan lebih terasa sangat universal ketika kita membandingkan dengan bahasa yang digunakan Tuhan dalam mengatur semesta. Karena bahasa yang digunakanNya sama dengan yang digunakanNya pula dalam mengatur musik. Tidak lain adalah melodi, harmoni, dan ritme.

Jumat, 12 September 2008

S T E V E V A I

Group Band Saat Ini: Steve Vai
Group Band Sebelumnya: Hot Chocolate, The Ohio Express, Circus, Rayge, Bold As Love, Axis, Morning Thunder,
Frank Zappa, The Out Band, The Classified, 777, Alcatrazz, David Lee Roth, Whitesnake
Pengaruh:
Joe Satriani, Frank Zappa
Gitar:
Ibanez Universe, Ibanez JEM

S T E V E V A I

steve vai


Permainannya mulai dari blues, jazz, rock sampai klasik dan ethnic music. Permainan gitarnya pun tidak terbatas pada komunitas gitar saja tetapi juga bagi orang-orang awam yang tidak mendalami gitar.
Pada umur 6 tahun, Steve mulai belajar piano. Pada umur 10 tahun, Steve mulai belajar bermain akordeon. Pada umur 13 tahun barulah Steve mulai mendalami gitar dan sejak saat itu lahirlah seorang dewa gitar yang baru.
Steve Vai mengawali karirnya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis.
Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis.
Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1 dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga bergabung dalam G3.Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan.

R O C K 'n' R O L L

Rock and roll (sering ditulis sebagai rock 'n' roll) adalah genre musik yang berkembang di Amerika Serikat di akhir tahun 1940-an, dan mencapai puncak kepopuleran di awal tahun 1950-an. Dari Amerika Serikat, genre musik ini tersebar ke seluruh dunia. Rock and roll melahirkan berbagai macam subgenre yang secara keseluruhan dikenal sebagai musik rock.
Ciri khas rock and roll adalah pada ketukan (beat) yang biasanya dipadu dengan lirik. Rock and roll menggunakan beat yang didasarkan salah satu ritme musik
blues yang disebut boogie woogie ditambah aksen backbeat yang hampir selalu diisi pukulan snare drum. Versi klasik dari rock and roll dimainkan dengan satu atau dua gitar listrik, gitar bas listrik, dan drum set. Perangkat kibor sering dimainkan sebagai alat musik tambahan. Bila dimainkan dengan dua gitar listrik, gitar listrik yang dimainkan untuk memberi melodi disebut guitar lead, sedangkan gitar untuk memberi ritme dan harmoni disebut gitar ritme. Saksofon sering dijadikan instrumen melodi pada gaya rock and roll awal tahun 1950-an, tapi digantikan perannya oleh gitar elektrik di pertengahan tahun 1950-an. Di akhir tahun 1940-an, bentuk awal rock and roll bahkan memakai piano sebagai instrumen melodi. Salah satu cikal bakal rock and roll adalah musik boogie woogie dengan piano sebagai melodi, seperti permainan musik berbagai kelompok BIG BAND yang mendominasi dunia musik Amerika dekade 1940-an. Kepopuleran rock and roll secara massal dan mendunia ternyata menimbulkan dampak sosial yang tidak terduga. Rock and roll bukan saja mempengaruhi gaya bermusik, tapi sekaligus gaya hidup, gaya berpakaian, dan bahasa. Selain sukses di dunia musik, bintang-bintang di periode awal rock and roll juga sukses di dunia film dan televisi. Elvis Presley, misalnya merupakan bintang rock and roll yang sukses sebagai bintang film dan televisi.
Istilah
slang "rock and roll" sering dipakai orang berkulit hitam untuk menyebut "hubungan seks". Penyanyi wanita Trixie Smith pertama kali menggunakan istilah "rock and roll" dalam lagu "My Baby Rocks Me With One Steady Roll" yang diedarkan tahun 1922.

Kamis, 11 September 2008

Sejarah Gitar

Banyak orang yang bisa memainkan gitar, namun sedikit yang mengetahui sejarahnya. Berikut kita akan melihat sekilas sejarah gitar dari masa ke masa. Sebenarnya sejarah gitar sangat panjang, namun mengingat ruang yang terbatas, wacana ini akan meninjau secara garis besar saja.

Pertama-tama: Dari Babilonia hingga Senar Enam

Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.

Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele.

Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima.

Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.

Masuknya Gitar di Indonesia

Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17.

Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong.

Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu :

1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai
2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai
3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.

Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air.

Gitar Elektrik

Di zaman modern, orang mulai mengenal gitar yang memanfaatkan sumber daya listrik. Bunyi yang dihasilkanya berbeda dengan bunyi gitar klasik.Gitar listrik pertama kali dibuat pada 1932 oleh Adolphus Rickenbacker. Gitar ini mengambil bentuk rancangan gitar Spanyol tradisional.

Setelah itu, perkembangannya terus berlanjut. Ide yang mempercepat perkembangannya diawali dari sering diadakannya konser-konser dengan jumlah penonton yang banyak; sehingga jikalau tanpa bantuan sound system, suaranya tak terdengar, apalagi bila penonton berteriak-teriak riuh.

Produsen gitar bermunculan di mana-mana. Dua yang terkenal adalah Fender dan Ibanez. Selain itu, media-media juga mempublikasikan pemain-pemain gitar hebat melalui mejalah bergengsi seperti Guitar Player. Kini, komponen-komponen pada gitar listrik, seperti bridge/tremolo, pick-up, juga senar, bahkan diproduksi terpisah dari produser gitar.

Ada pula hal-hal yang nyentrik dalam perkembangan gitar seperti gitar bersenar tujuh yang dipopulerkan oleh Steve Vai di tahun 1989. Ide ini datang saat ia bergabung dengan David Lee Roth Band pada tahun 1985, menggarap album Crazy from the Heat. Ia memutuskan demikian karena sang bassis, Billy Sheehan, sering menyetel bassnya dengan formasi lain bernama Drop D Tuning (dari atas ke bawah: D-A-D-G, umumnya E-A-D-G). Bekerjasama dengan Ibanez tahun 1987, akhirnya lahirlah gitar pertama bersenar tujuh, dengan dawai teratas, alias ketujuh, bernada B. Gitar ini dinamakan The Universe-7 String. Vai juga memiliki gitar dengan neck yang berlawanan (menghadap ke kiri dan kanan), untuk membuktikan kemampuannya bermain kidal.

Sementara itu, Eddie van Halen, menjadi pelopor dalam penggunaan whammy bar up-down yang kemudian dikenal sebagai Floyd Rose tremolo/bridge. Inovasi ini lengkap dengan pengunci senar pada bagian nut gitar. Sistem ini dikenal sebagai locking nut tremolo system.

Eddie mengembangkan sistem tremolo yang sudah ada sebelumnya. Yaitu tremolo yang hanya bisa ditekan down atau turun (menghasilkan nada yang lebih rendah). Sistem lama ini dikembangkan oleh pabrik Fender dan terpasang sebagai perlengkapan standar pada model Stratocaster. Inovasi ini terpikir olehnya pada sekitar tahun 1976. Saat itu para gitaris hebat seperti Ritchie Blackmore dan Jimmy Page sering mengalami masalah pada tuning gitar mereka. Karena mereka sering mem-bending senar terlalu banyak untuk menghasilkan suara yang 1½ nada lebih tinggi. Akibatnya senar jadi kendor dan tentunya nadanya juga jadi fals. Dengan locking nut tremolo system, senar dikunci di bagian nut gitar agar tidak bergeser ketegangannya.

Sedikit tambahan, pada tahun 1991 juga pernah dibuat gitar yang paling besar di Amerika Serikat, tepatnya di Indiana. Bayangkan, panjangnya sampai11 meter, hampir sama panjang dengan dua buah mobil limosin! Gitar ini membutuhkan 6 orang untuk memainkannya.

Minggu, 07 September 2008

chord gitar .

kumpulan chord-chord gitar ada disini aj . . .